02 November 2016

TRANSISTOR 1


Gambar 1. Transistor dengan berbagaii jenis
Gambar 2. Junction Transistor
TRANSISTOR



Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat (amplifier), sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya.   

Transistor adalah merupakan dioda dengan dua sambungan (junction), dimana sambungan itu membentuk transistor PNP maupun NPN.  

Ujung-ujung terminalnya berturut-turut disebut emitor, base dan colector.
Base selalu berada di tengah, di antara emitor dan kolektor.
Transistor ini disebut transistor bipolar, karena struktur dan prinsip kerjanya tergantung dari perpindahan elektron di kutup negatif mengisi kekurangan elektron (hole) di kutup positif. bi = 2 dan polar = kutup.
William Schockley pada tahun 1951 yang pertama kali menemukan transistor bipolar

Transistor bipolar adalah inovasi yang mengantikan transistor tabung (vacum tube).
Selain dimensi transistor bipolar yang relatif lebih kecil, disipasi dayanya (kehilangan dayanya karena bekerja) juga lebih kecil sehingga dapat bekerja pada suhu yang lebih dingin.

BIAS DC
Transistor bipolar memiliki 2 junction yang dapat disamakan dengan penggabungan 2 buah dioda.
Emiter-Base adalah satu junction dan Base-Colector junction lainnya.
Seperti pada dioda, arus hanya akan mengalir hanya jika diberi bias positif, yaitu hanya jika tegangan pada material P lebih positif daripada material N (forward bias).

Seperti dijelaskan di atas, bahwa transistor itu merupakan junction 2 buah dioda, maka susunan transistor bisa dilihat pada gambar 3.

Gambar 3. Junction 2 buah dioda membentuk transistor PNP dan NPN

Sehingga apabila digunakan software livewire sebagai test, maka hasilnya adalah sebagai berikut :



Gambar 4. Rangkaian Forward Bias pada Transistor NPN

Karena base-emiter mendapat bias positif maka seperti pada dioda, elektron mengalir dari emiter menuju base. 

Colector pada rangkaian ini lebih positif sebab mendapat tegangan positif. Karena Colector ini lebih positif, aliran elektron bergerak menuju kutup ini. 

Misalnya tidak ada Colector, aliran elektron seluruhnya akan menuju base seperti pada dioda. Tetapi karena lebar base yang sangat tipis, hanya sebagian elektron yang dapat bergabung dengan hole yang ada pada base. 

Karena base-emiter mendapat bias positif maka seperti pada dioda, elektron mengalir dari emiter menuju
base. 
Sebagian besar elektron akan menembus lapisan base menuju colector. Inilah alasannya mengapa jika dua dioda digabungkan tidak dapat menjadi sebuah transistor, karena persyaratannya adalah lebar base harus sangat tipis sehingga dapat diterjang oleh elektron. Jika misalnya tegangan base-emitor dibalik (reverse bias), maka tidak akan terjadi aliran elektron dari emitor menuju kolektor.
Jika pelan-pelan 'keran' base diberi bias maju (forward bias), elektron mengalir menuju kolektor dan besarnya sebanding dengan besar arus bias base yang diberikan. Dengan kata lain, arus base mengatur banyaknya elektron yang mengalir dari emiter menuju colector.
Ini yang dinamakan efek penguatan transistor, karena arus base yang kecil menghasilkan arus emiter-colector yang lebih besar. 


Istilah amplifier (penguatan) menjadi salah kaprah, karena dengan penjelasan sebelumnya sebenarnya yang terjadi bukan penguatan, melainkan arus yang lebih kecil mengontrol aliran arus yang lebih besar.
Juga dapat dijelaskan bahwa base mengatur membuka dan menutup aliran arus emiter-colector (switch on/off).

No comments:

Post a Comment